Pelangi setelah Hujan
.... malam itu jam di tangan ku menunjukan pukul 21.20, itu berarti sudah
sekitar 2 jam aku berbincang dengan mu. Berbincang di teras rumah mu yang kala itu
juga turun hujan kecil, menemani perbincanagan di malam itu. Masih terekam
jelas saat itu, kala aku sengaja datang kerumah mu dengan alasan ada sesuatu
yang harus di bantu untuk pekerjaan OSIS walaupun sebenarnya aku pun bisa
melakukan itu sendiri tapi entah mengapa saat itu pun aku berpikir mungkin ini
bisa ku jadiakn alasan untuk setidaknya bisa melihat wajah mu malam itu.
Sebenarnya aku pun selalu ingin melakukan hal ini, tapi rasanya akan terlihat
bodoh di depan mu jika setiap hari aku datang dan meminta pertolongan mu untuk
mengerjakan tugas. Aku pun tak tahu apakah kamu mengerti kenapa aku melakukan
hal itu atau tidak, apa kah kamu memperhatikan apa yang ku lakukan hanya agar
bisa melihat dan juga menyapa mu, karena saat aku di depan mu entah mengapa aku
menjadi seorang pengecut yang tak berani mengatakan apapun terlebih saat di
hadapan orang banyak, sering kita bertemu disaat kita tak berdua dan itu
membuat ku tersiksa karena aku hanya bisa diam dan tak berani untuk menyapa mu,
hanya saat seketika tak ada yang melihat maka kuberanikan diri ini untuk
memanggil nama mu.
Malam
itu aku datang kerumah mu dengan membawa sebuah kertas yang berisi konsepan
acara untuk peringatan Hari Kartini di sekolah, apa kamu masih mengingat nya ?
aku meminta mu untuk membantu membuatkan poster dan pamflet acara itu, dan
dengan ekpresi wajah yang tak pernah berubah kamu pun mengangguk mengisyaratkan
iyah aku mau membuatnya, itulah alasannya mengapa aku menyukai mu, alasan
mengapa aku megejar mu lebih lama, wajah itu, raut wajah itu, dan juga ekspresi
yang kamu miliki. Ku beranikan diri untuk memulai percakapan malam itu, setelah
ku jelaskan konsep tampilan pamflet yang harus di buat, aku iseng bertanya
tentang sekolah mu, " gimana sekolah nya tadi ? " kamu menjawabnya
dengan sederhana " lancar ko aku tertawa sendiri ketika kudengar jawaban
yang kamu berikan, itulah alasan ku menyukai mu "you're a simpel
wowen" but you're not easy to guess kamu memang sulit untuk di tebak.
Percakapan malam itu terasa begitu singkat hanya beberapa obrolan saja yang
terjadi. Entah mengapa semua yang ingin ku ungkapkan pada mu kala itu sulit
sekali untuk ku lontarkan pada mu, entah apa kah kamu pun menunggu apa yang
akan aku ucapkan atau tidak.
Jam
sudah menunjukan pukul 23.05 .....
Be Continue yah :)

Komentar