Malam yang Dingin

... malam semakin larut saat aku bertamu kerumah mu saat itu, tidak terasa 2 jam lebih kita saling bercakap bercerita di bawah hujan rintik malam itu.
Saat aku hendak pamit untuk pulang, aku melihat mu tiba-tiba menjadi muram dan kamu memalingkan wajah mu dari ku, sesekali kamu melihat ke atas ke bawah dan kamu tiba - tiba memasukan wajah mu di antara kaki mu yang kamu tekuk, terdengar samar suara mu. Aku kira saat itu kamu sudah mengantuk tapi seketika aku mendengar kamu seperti sedang manangis, suara mu terisak saat aku bertanya "kamu kenapa ?"
ku coba beranikan diri untuk menghampiri mu saat itu untuk memastikan kamu ga apa waktu itu, saat ku coba membalikan wajah mu, ternyata air mata itu sudah keluar membasahi waja mu. Kamu kenapa ? tanya ku, "akang ada salah bukan, wah maaf nih ga maksud hehe" ku coba untuk sedikit menghibur mu tapi kamu tidak menjawab apapun saat itu, semakin binggung apa yang terjadi aku sedikit memaksanya untuk berbicara sambil ku usap kepalanya untuk sedikit menenagkannya. "Sok atuh nyarita kamu teh kenapa ?, ada masalah bukan ?". Dengan suara pelan dia menjawab pertanyaan ku, "kalo perasaan ga bisa di paksain kan ?" dia menjawabnya dan menatap ku, "akang ga ngerti maksudnya gimana, perasaan apa ?"
aku menjawab lagi pertanyaan dia karna akupun bingung apa yang dia maksud, " iyah perasaan aku ke dia cuman perasaan antara temen aja, ga lebih tapi aci jadi ga enak sama dia", ternyata hari itu seorang teman sekelasnya menungkapkan perasaan kepadnya. Sesaat aku merasa kecewa saat mendengar dia mengatakannya pada ku, "keduluan lagi dah ini mah" ucapku dalam hati., tapi aku pikir jika malam itu aku harus melihat dia menerima orang lain maka aku persiapkan diri ini juga untuk menerimanya
ada yang bilang bahwa kita akan merasa bahagia ketika kita melihat orang kita syangi bertemu dengan orang yang bisa membuatnya bahagia.

yah kenapa harus bingung ci, kan dia udah bilang suka ke kamu " kata ku mencoba menenangkannya, kamu gimana emang perasaannya ?
" aku udah ngangep dia temen, temen aku juga ada yang suka sama dia jadi aku ga enak sama temen aku, kenapa sih jadi kaya gini " dia menjawab ku kemudian kembali dia menangis. Seandainya kamu tau waktu itu aku ingin sekali menghibur mu memberitahu mu bahwa aku juga mencintai mu dan ingin aku ungkapkan perasaan ini, aku ingin berkata " jangan pilih dia, aku di sini di hadapan mu saat ini orang yang selama ini menunggu mu selalu memperhatikan mu, melihat mu, tapi ta punya keberanian untuk mengungkapkan nya pada mu, aku menjadi seorang pengecut saat bersama mu.
" yah udah atuh ci, kamu ga usah nangis gitu kamu bilang aja apa yang kamu rasain ke dia kalo aci cuman bisa jadi temen buat dia, insya Allah dia juga mungkin bisa ngerti nantinya hehe " aku mencoba untuk mencairkan suasana, malam itu dia terlihat seperti orang yang sangat kebingunggan. " udah malem sok atuh kamu tidur aja sekarang mah, jangan terlalu di pikirin ci kan kamu juga ngerti perasaan kamu sendiri gimana ", setelah itu aku pamit untuk pulang.
Dia masih terus terlihat murung saat dia masuk kerumah, yah saat itu aku berharap dia bisa mengmabil keputusan yang terbaik apa pun itu meskipun akhirnya kamu memutuskan untuk menerimanya.
Malam yang sangat dingin saat ku dengar itu semua dari mu.


Komentar

Postingan Populer