Letter From Heaven





Teruntuk Mu,



            “Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini. Menemani hingga ku dewasa. Derai airmata dan pengorbananmu takkan tergantikan. Terima kasih ibu..”
Bu, potongan lirik lagu itu sebagai pembuka ucapan terima kasih ku dalam surat ini. Maaf tak ada kata lebih indah yang bisa aku persembahkan untuk mu.
Apa kabar bu ? Apakah Tuhan mengabulkan pinta ku untuk menjaga mu. Rindu untuk mu ku titipkan pada do’aku pada-Nya. Semoga ibu tetap sekuat dan sebugar saat terakhir aku melihat mu.

Oh iya, bagaimana kabar ayah ? Apakah Tuhan juga mengabulkan do’aku untuk tetap menjaganya. Maaf aku belum bisa memaafkan Ayah bu, maafkan aku. Aku tidak membencinya, aku hanya belum bisa menerima kenyataan dia mengajak mu pergi meninggalkan jalan-Nya dan membiarkan ku sendiri di sini di jalan yang selama ini sama – sama kita jalani.

Tak terasa hampir enam tahun sudah kita seperti ini, aku pergi meninggalkan kalian karna aku tak ingin lagi ada pertengkaran, aku tak ingin lagi mendengar nada tinggi dari kalian, karna aku menyayangi kalian. Aku tak mampu melihat kalian terus berselisih paham dengan ku, aku mengalah, aku yang pergi.

Bu, adakah ibu marah pada ku saat aku tidak mendampingi kalian di waktu senja kalian ? Aku minta maaf bu, aku hanya ingin membuat mu bahagia tapi semua yang aku lakukan hanya membuat mu menderita. Aku tak pernah menginginkan perbedaan ini terjadi pada kelurga kita, aku menyayangi kalian tapi aku memiliki akidah yang tak bisa ku tukar dengan apapun, maaf aku tak bisa memilih karna pilihan ku hanya satu.

Tolong bu, jangan salahkan aku. Aku hanya ingin menjadi buah hati kalian, aku hanya ingin mengenang mu sebagai wanita yang melahirkan ku. Betapa besar aku berharap agar bisa menujukan hati dan kasih sayang ku pada mu. Tuhan, hatiku sesak mengingat semuanya harus terjadi.  Aku hanya ingin menjadi anak mu, aku tak mau melupakan itu, aku harus terus mengingatnya. 

Tak perlu khawatir bu, aku sudah semakin terbiasa dengan keadaan ini, aku sudah mau mengerti bahwa kita memiliki jalan yang berbeda. Aku tetap anak kalian sampai akhirpun aku tetap anak kalian, aku akan selalu rindu dan akan terus merindukan ibu dan ayah.

Sampai saatnya nanti aku kembali, tolong maafkan aku. Kalian adalah hal terindah yang terjadi pada hidup ku, aku bersyukur pada Tuhan karena telah mengirim diri mu sebagai ibu ku. Aku tak harus mengingat mu karena ibu adalah bagian dari hidupku, aku tersenyum, tertawa dan menangsi seperti mu, aku adalah gambaran diri mu. Kini mungkin aku jauh dari mu tapi tak ada satupun yang bisa menyingkirkan mu dari hidupku.

Meski ibu tak pernah mengucapkan Ibu menyayangi ku. Aku tahu dalam relung hatimu terdalam ibu menyanyangi ku.  Kumohon maafkan aku karna meninggalkan mu, aku berjanji pada waktunya aku akan pulang, tetap sebagai anak mu.

Komentar

Postingan Populer