Aku Lebih Merindu Mu
..mungkin aku ngga bisa jadi cewe yang selalu kamu butuhin, yang tanpanya hidupmu akan ga berarti, semoga suatu saat kamu dipertemukan dengan seseorang yang jauh lebih baik dari cewe yang sms ini.
Taukah bahwa ada beberapa kata-kata yang aku benci di dunia ini, salah satunya kata-kata yang kamu kirimkan saat itu bahwa kamu merasa tidak baik untuk ku, dan kamu merasa aku tak membutuhkan mu yang tanpanya hidup ku tak berarti. Aku membenci saat aku membaca kata-kata itu, taukah kamu bahwa kamu tak mengerti apa yang aku rasa jadi tolong jangan pernah bicara seperti itu.. aku membencinya.
aku mencintai mu dalam diam ku, aku tetap mencintai mu dalam keterbatasan kemampuan ku mengatur waktu dan emosi ku. Aku mencintai mu dengan cara ku yang tak selalu bisa kamu mengerti, aku pun mencintai mu saat aku tidak mengatakannya, terkadang mungkin aku lupa mengabari mu, tetapi tak berarti aku melupakan mu begitu saja, kamu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari - hari ku dan kamu mengerti itu, maka apa mungkin aku melupakan mu begitu saja meski aku sedang merasa ingin sendiri bukan berarti aku ingin melupakan mu.
Terkadang ada kalanya dalam hidup ini kita merasa ingin sendiri dan menceritakannya dalam kesendirian itu. Apakah berarti kamu tidak berarti karna kamu tidak bisa ada saat aku "kumat", setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengtasi masalahnya itu cara ku mengatasi masalahku, biarkan aku sendiri sejenak maka aku akan kembali. Aku tau, aku mengerti itu bukanlah cara yang baik dan tepat terlebih saat kita memiliki seseorang yang telah bersama kita, tapi... untuk ku mencintai bukan selalu berarti ada menghibur, atau saling bercerita. Saling toleransi, saling memahami kondisi itu pun bagian dari mencintai bukan ?
Aku tak mencoba membenarkan teori ku juga perkataan ku pada mu saat itu dan kini disini. Sebisa ku mencoba menahan mu tetap disini, beside me.. perjalanan 324 km itu kembali aku jalani untuk pertemuan kedua ku bersama mu, sengaja tak mengabari mu karna angan ku ingin sedikit mengejutkan mu, begitu banyak rencana ku dan juga kata - kata yang ingin ku sampaikan. Rindu selama sembilan puluh hari lebih lamanya saat terakhir kita bertemu aku ingin melihat mu lagi, sungguh.
Hampir sama saat pertama aku bertemu mu, kali ini aku pun membawa kesalahan kepada mu membawa penjelasan akan kesalahan itu. Di perjalanan kedua ini aku masih sama, masih ingin bersama mu di kesempatan yang ada. Aku minta maaf karna baru sekarang bisa mengunjungi mu, disini benar - benar sedang sulit untuk di atur, aku tau kamu tak merasa masalah saat kita tidak bisa bertemu, aku tau bahwa kamu hanya ingin aku ada dankita tetap berhubungan sebisa kita. Karnanya aku tidak bisa selalu mengabari mu, karnanya aku terkadang terlalu asik mengurusi disini sehingga saatnya selesai aku selalu langsung terlelap dan pagi buta berangkat lagi tanpa sempat melihat alat yang bisa menghubungi mu itu.. aku benar-benar menyesal aku minta maaf. Aku membuat mu terbiasa sendiri, terbiasa mengerti rasa sakit, but i never mean to ignore you. Bukan maksud ku, sungguh bukan maksud ku.
Karna cinta aku memaksa diriku untuk berubah bukan karna cinta memaksa kita untuk berubah, itu karna aku ingin berubah bukan karna mu dan juga cinta pada mu yang membuat ku ingin berubah, aku ingin berubah karna aku ingin lebih bisa mencintai mu lagi, lebih bisa memahami mu lagi tolong jangan bicara aku tak boleh berubah karna aku mencintai mu, aku berubah karna diri ini menginginkannya.
Di perjalanan kedua ini sepertinya aku harus kehilangan mu, aku tak bisa menahan mu seperti saat perjalanan pertama ku. Aku mencoba sebisa ku, membujuk mu.
Seandainya saat itu aku lebih baik, lebih cepat. Mungkin... aku masih bersama mu.
Tapi aku masih mengerti bahwa kita adalah makhluk tuhan yang sama - sama sudah dewasa, aku mau untuk mengerti bahwa kemauan mu untuk berakhir adalah kemauan sesungguh mu, bukan semata karna emosi mu. Aku mau coba untuk mengerti bahwa buku yang aku tulis bersama mu harus di tutup, lembaran itu harus di simpan.
Tapi... aku akan sangat berbohong jika aku mengatakan akan bisa melupakan mu secepat itu, aku masih belajar dengan kesendirian.
Taukah bahwa ada beberapa kata-kata yang aku benci di dunia ini, salah satunya kata-kata yang kamu kirimkan saat itu bahwa kamu merasa tidak baik untuk ku, dan kamu merasa aku tak membutuhkan mu yang tanpanya hidup ku tak berarti. Aku membenci saat aku membaca kata-kata itu, taukah kamu bahwa kamu tak mengerti apa yang aku rasa jadi tolong jangan pernah bicara seperti itu.. aku membencinya.
aku mencintai mu dalam diam ku, aku tetap mencintai mu dalam keterbatasan kemampuan ku mengatur waktu dan emosi ku. Aku mencintai mu dengan cara ku yang tak selalu bisa kamu mengerti, aku pun mencintai mu saat aku tidak mengatakannya, terkadang mungkin aku lupa mengabari mu, tetapi tak berarti aku melupakan mu begitu saja, kamu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari - hari ku dan kamu mengerti itu, maka apa mungkin aku melupakan mu begitu saja meski aku sedang merasa ingin sendiri bukan berarti aku ingin melupakan mu.
Terkadang ada kalanya dalam hidup ini kita merasa ingin sendiri dan menceritakannya dalam kesendirian itu. Apakah berarti kamu tidak berarti karna kamu tidak bisa ada saat aku "kumat", setiap orang memiliki caranya sendiri untuk mengtasi masalahnya itu cara ku mengatasi masalahku, biarkan aku sendiri sejenak maka aku akan kembali. Aku tau, aku mengerti itu bukanlah cara yang baik dan tepat terlebih saat kita memiliki seseorang yang telah bersama kita, tapi... untuk ku mencintai bukan selalu berarti ada menghibur, atau saling bercerita. Saling toleransi, saling memahami kondisi itu pun bagian dari mencintai bukan ?
Aku tak mencoba membenarkan teori ku juga perkataan ku pada mu saat itu dan kini disini. Sebisa ku mencoba menahan mu tetap disini, beside me.. perjalanan 324 km itu kembali aku jalani untuk pertemuan kedua ku bersama mu, sengaja tak mengabari mu karna angan ku ingin sedikit mengejutkan mu, begitu banyak rencana ku dan juga kata - kata yang ingin ku sampaikan. Rindu selama sembilan puluh hari lebih lamanya saat terakhir kita bertemu aku ingin melihat mu lagi, sungguh.
Hampir sama saat pertama aku bertemu mu, kali ini aku pun membawa kesalahan kepada mu membawa penjelasan akan kesalahan itu. Di perjalanan kedua ini aku masih sama, masih ingin bersama mu di kesempatan yang ada. Aku minta maaf karna baru sekarang bisa mengunjungi mu, disini benar - benar sedang sulit untuk di atur, aku tau kamu tak merasa masalah saat kita tidak bisa bertemu, aku tau bahwa kamu hanya ingin aku ada dankita tetap berhubungan sebisa kita. Karnanya aku tidak bisa selalu mengabari mu, karnanya aku terkadang terlalu asik mengurusi disini sehingga saatnya selesai aku selalu langsung terlelap dan pagi buta berangkat lagi tanpa sempat melihat alat yang bisa menghubungi mu itu.. aku benar-benar menyesal aku minta maaf. Aku membuat mu terbiasa sendiri, terbiasa mengerti rasa sakit, but i never mean to ignore you. Bukan maksud ku, sungguh bukan maksud ku.
Karna cinta aku memaksa diriku untuk berubah bukan karna cinta memaksa kita untuk berubah, itu karna aku ingin berubah bukan karna mu dan juga cinta pada mu yang membuat ku ingin berubah, aku ingin berubah karna aku ingin lebih bisa mencintai mu lagi, lebih bisa memahami mu lagi tolong jangan bicara aku tak boleh berubah karna aku mencintai mu, aku berubah karna diri ini menginginkannya.
Di perjalanan kedua ini sepertinya aku harus kehilangan mu, aku tak bisa menahan mu seperti saat perjalanan pertama ku. Aku mencoba sebisa ku, membujuk mu.
Seandainya saat itu aku lebih baik, lebih cepat. Mungkin... aku masih bersama mu.
Tapi aku masih mengerti bahwa kita adalah makhluk tuhan yang sama - sama sudah dewasa, aku mau untuk mengerti bahwa kemauan mu untuk berakhir adalah kemauan sesungguh mu, bukan semata karna emosi mu. Aku mau coba untuk mengerti bahwa buku yang aku tulis bersama mu harus di tutup, lembaran itu harus di simpan.
Tapi... aku akan sangat berbohong jika aku mengatakan akan bisa melupakan mu secepat itu, aku masih belajar dengan kesendirian.
From me to you

Komentar