Keep Going, Don't Be Forgotten Again
Tertunda hampir untuk beberapa saat lamanya, tertunda untuk bisa menerusakan angan serta rencana.
Semua hal yang terjadi pasti memang untuk sebuah alasan, itu istilah atau ungkapan yang sering kita dengar selama ini. pertemuan ku bersama mereka pun akhirnya bisa ku lihat alasan dan juga maksudnya sekarang ini.
Aku mencoba mengingatnya dengan keterbatasan ingatan ku, empat belas tahun yang lalu aku datang ke tempat kalian saat kalian baru saja mencoba membuat lembaga pendidikan anak usia dini pada tahun itu. aku bersama anak-anak beruntung lainnya berkesempatan mencoba menjajal lemabaga pendidikan pertama kalian itu.
Hanya sepuluh anak saat itu aku ingat masih mengingatnya, angkatan pertama yaitu angkatan aku bersama teman-teman yang lain. Aku mengingat kelakuan ku yang benar kekanak-kanakan, yang merasa butuh kasih sayang.
Ada hal lain yang menjadi pembeda di sekolah kita saat itu, kita berada disebelah Panti asuhan yatim piatu yang letaknya berhadapan dengan kelas ku dulu, yang jendelanya saling berhadapan. Panti itupun sangat aku kenali dan akutahu bahwa kalian juga lah yang mengurusi mereka. Kalian menjadi orang tua baru untuk mereka yang tidak beruntung memilikinya, kalian menapung mereka tanpa melihat siapa, kalian mengerti mereka membutuhkan kita, saat itu aku yang masih bocah mungkin belum mengerti cara memahami maksud dan tujuan kalian.
Panti asuhan itupun menjadi teman kita sehari dalam menjalani hari di sekolah, mereka penghuni panti telah menjadi teman dan bagian hidup kita saat itu. Menjadikan kita sedikit merasakan apa yang mereka rasakan, aku megerti sekarang rasanya kehilangan.
kalian Bu Euis, Pa Rosid aku berterima kasih karena mau menerima ku saat itu, menerima ku menjadi bagian dari bab pertama kalian mencoba membangun kehidupan.
Semakin hari aku semakin kebingungan mencari cara untuk bisa memulai seperti apa yang kalian mulai, aku sedikit terjebak oleh waktu dan kesibukan yang tidak berujung jelas.
Itu harus bisa terwujud, harus bisa di mulai, membuat bibitnya terlebih dulu.
Semua hal yang terjadi pasti memang untuk sebuah alasan, itu istilah atau ungkapan yang sering kita dengar selama ini. pertemuan ku bersama mereka pun akhirnya bisa ku lihat alasan dan juga maksudnya sekarang ini.
Aku mencoba mengingatnya dengan keterbatasan ingatan ku, empat belas tahun yang lalu aku datang ke tempat kalian saat kalian baru saja mencoba membuat lembaga pendidikan anak usia dini pada tahun itu. aku bersama anak-anak beruntung lainnya berkesempatan mencoba menjajal lemabaga pendidikan pertama kalian itu.
Hanya sepuluh anak saat itu aku ingat masih mengingatnya, angkatan pertama yaitu angkatan aku bersama teman-teman yang lain. Aku mengingat kelakuan ku yang benar kekanak-kanakan, yang merasa butuh kasih sayang.
Ada hal lain yang menjadi pembeda di sekolah kita saat itu, kita berada disebelah Panti asuhan yatim piatu yang letaknya berhadapan dengan kelas ku dulu, yang jendelanya saling berhadapan. Panti itupun sangat aku kenali dan akutahu bahwa kalian juga lah yang mengurusi mereka. Kalian menjadi orang tua baru untuk mereka yang tidak beruntung memilikinya, kalian menapung mereka tanpa melihat siapa, kalian mengerti mereka membutuhkan kita, saat itu aku yang masih bocah mungkin belum mengerti cara memahami maksud dan tujuan kalian.
Panti asuhan itupun menjadi teman kita sehari dalam menjalani hari di sekolah, mereka penghuni panti telah menjadi teman dan bagian hidup kita saat itu. Menjadikan kita sedikit merasakan apa yang mereka rasakan, aku megerti sekarang rasanya kehilangan.
kalian Bu Euis, Pa Rosid aku berterima kasih karena mau menerima ku saat itu, menerima ku menjadi bagian dari bab pertama kalian mencoba membangun kehidupan.
Semakin hari aku semakin kebingungan mencari cara untuk bisa memulai seperti apa yang kalian mulai, aku sedikit terjebak oleh waktu dan kesibukan yang tidak berujung jelas.
Itu harus bisa terwujud, harus bisa di mulai, membuat bibitnya terlebih dulu.

Komentar