Blood For Other
"Jangan berhenti jadi orang baik!!"
Tulis seorang pria bernama Alfredo dalam sebuah grup WA komunitas. Nama yang sepertinya merupakan sosok seorang laki-laki. Seruan dia dalam grup tersebut menjadi kalimat penutup dalam sebuah pesan panjang yang dia kirimkan. Sebuah kabar duka yang dialami seorang wanita bernama Gendis.
BFO ( Blood For Others ) adalah nama komunitas tersebut, komunitas yang sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Komunitas ini bertujuan mengumpulkan para Pejuang Donor Darah dalam satu wadah dan sebagai pusat informasi kebutuhan darah darurat.
Kumpulan orang-orang biasa dari berbagai profesi dan mungkin berbagai bidang keilmuan.
***
Hari itu tanggal 11 Juni 2015 sebuah notifikasi muncul berupa pesan dalam grup WA yang menggabarkan ada seorang pasien harus kembali ke penciptanya setelah berjuang melawan sakit.
"Manusia memang berencana dan berusaha, tetapi pada akhirnya Tuhan yang menentukan", kalimat pembuka Mas Alfredo memberikan kabar.
Hari itu kita belajar kembali, bahwa "perjuangan akan sampai pada sebuah tujuan."
Kita mungkin bisa mencoba membantunya bertahan dan mencoba kembali sehat, namun perjuangannya juga perjuangan kita akan sampai pada suatu tujuan akhir di mana akhirnya adalah Tuhan sebagai penentu.
Lalu untuk apa bersusah payah berjuang melawan, untuk apa bersusah payah mendonor, mencarikan bantuan dan lain sebagainya jika hasilnya akhirnya adalah ketidakselamatan.
Aku tak punya jawaban pasti tentang alasan Gendis dan juga orang-orang yang selama ini mendukungnya.
Yang aku yakini, mereka ingin berusaha sebisa mereka, dan juga menunaikan kewajiban mereka, berusaha menunaikan hak tubuh Gendis untuk sembuh.
Orang-orang yang berada di dalam BFO bukanlah orang-orang hebat dan selamanya bisa selalu hadir membantu, juga hadir memberikan darahnya. Ini sebuah tempat untuk setidaknya mencoba mencari harapan dari setetes yang bisa diberikan kepada yang membutuhkan.
Jika aku dan kita tidak memliki harta benda, atau rizki berlebih untuk berbagi. Rasanya rizki berupa kesehatan juga kesempatan berbagi darah bagi yang memenuhi syarat bisa merupakan usaha untuk tetap berbagi kepada sesama.
" Sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bermanfaat untuk orang lain".
Rasanya kita tak perlu khawatir untuk tak bisa bermanfaat, saat kita tidak ada rizki berlebih atau ilmu yang bisa dibagi. Kita masih punya ini, masih ada kesehatan yang bisa dibagi untuk mereka yang mungkin tak banyak orang perhatikan.
Yogyakarta, teruntuk semua yang telah secara rela mendonasikan beberapa liter darahnya.
Selamat Hari Donor Sedunia, thanks for saving my life.



Komentar