Dua Puluh Satu



Banyak ketakutan yang terkadang tidak beralasan, membuat kita kebingungan bahkan dengan diri sendiri.

Menjadi tua itu pasti, dan meninggalkan muda.

Seseorang pernah mengatakan, merayakan mungkin bukan yang terpenting, tapi bagaimana kita memaknai bertambahnya usia. Menjadi lebih baik, menjadi lebih arif dan menjadi lebih mengerti.

Terasa sedikit menggelikan saat banyak kesalahan yang selalu kita lakukan lagi, bahkan lagi tanpa sadar terus seperti itu. Kita masih saja bisa di sini, memandang langit yang sama dan berpijak di bumi yang sama.

Setiap tahunnya kita melewati fase di mana ada kesempatan untuk kesekian kalinya melanjutkan hidup, tetap menggerakan tubuh, kesempatan memperbaiki.

Apa yang akan di lakukan di kesempatan kesekian kalinya tentu kembali ke setiap orang yang sudah merasakan kesempatan itu, menjadi lebih baik atau sama aja, atau mungkin sebaliknya. Kesempatan itu dia ciptakan kembali.

Kita termasuk beruntung dibandingkan beberapa makhluk yang hidupnya sudah di tentukan hanya untuk beberapa bulan, beberapa hari, bahkan dalam hitungan menit. Seandainya kita seperti itu, apa yang bisa kita lakukan saat kita tak punya banyak waktu?

Bukankah kita pun sudah ditentukan batasa waktunya? Betul sekali, kita memang sudah ditentukan batas waktunya, dan setiap pribadinya memiliki batas waktu berbeda-beda.

Ambil kesempatan itu lagi seperti yang selalu kita lakukan setiap tahunnya, setiap kita melewati fase itu, memperingatinya.

Dua puluh satu adalah kesempatan yang ke dua puluh satu. Selamat untuk semua yang memperingati hari lahirnya hari ini, berapa pun kesempatan kesekian kalian: 10, 30, 40, atau 50, kita sama- sama telah melewati fase kesekian.

Semoga sepuluh Juni di tahun dua ribu lima belas ini menjadi hari yang selalu baik untuk bisa dilanjutkan menjadi lebih baik seterusnya. Selamat juga untuk setiap yang lahir hari ini di tanggal sepuluh Juni. Selamat datang, selamat bergabung dengan kami yang juga memiliki fase di sepuluh Juni, tentunya harapan yang terbaik untuk kalian.

Juga permintaan maaf yang mungkin tak akan pernah berhenti untuk setiap pribadi yang pernah terluka karena salah diri ini. Percayalah, setiap detik setelah keselahan itu, aku dan orang -orang yang pernah melakukan kesalahan selalu ingin memperbaiki dan berbuat lebih baik, juga menyesali kesalahan itu.

Tidak selamanya orang akan salah, kita juga ingin melakukan sesuatu yang benar pastinya.

"Bukan kesalahan kamu, tapi proses kamu mencoba memperbaiki kesalahan kamu."

Dua puluh satu di tanggal sepuluh Juni tahun dua ribu lima belas, Yogyakarta.

Komentar

Postingan Populer