Stuck In Love


Yogyakarta, 3 April 2015

“Aku merasakan jantung ku berdetak kembali”.

Stuck In Love, malam ini aku tak menyangka bisa melihat sebuah film yang kembali membuat ku ingin menulis.
Lama rasanya setelah terakhir kalinya aku menulis, memang tak sampai bertahun lamanya hanya saja aku seperti kehilangan saat aku tak menulis. Ada bagian yang terlupakan, seperti sesuatu menahan diri ini untuk bergerak “moving on”. 

By the way, judul film itu ada di awal paragraf tulisan ini “ Stuck In Love” film yang dari kasat mata judul membuat penontonnya berpikir ini film yang “galau”, “melow”, “suram” karna isinya pasti tentang sesorang yang tidak bisa “move on”. But actually when we have see this movie, semua kesuraman pandangan kita terpatahkan. Okay bukan makasud untuk membahas film itu dalam tulisan ini, hanya saja rasanya aku benar-benar merasakan dan mendengar jantung ku berdetak kembali. 
“Penulis adalah ringkasan dalam pengalamannya” kata dalam film ini. Jika penulis adalah ringkasan dalam pengalamannya rasanya setiap orang bisa menjadi penulis bukan ? Kenapa, karna setiap dari kita pasti menjalani hidup ini dan pengalaman itu adalah hidup kita. 
Butuh waktu bertahun-tahun untuk william/bill ( salah satu karakter dalam film ) bisa kembali menulis, saat terakhir dia berpisah dengan istrinya dia belum pernah lagi menulis. Dia berjanji dan berusaha untuk menpatinya, ada banyak hal yang terjadi setelahnya yang kemudian membuat dia berniat untuk moving on melanjutkan hidupnya.

Intinya adalah terkadang dalam hidup ini ada banyak hal yang membuat kita tejebak pada keadaaan tertentu, terjebak pada sesuatu, atau pada seseorang. Pilihan untuk coba beranjak dari kondisi itu merupakan pilihan yang baik tentunya, namun mencoba untuk tetap bertahan dalam pilihan awal kita juga bukan merupakan sesuatu yang salah. Karna kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, apa yang hidup ini akan tunjukan kedepannya.
 “Stuck” disini bukan berarti kita termenung menunggu dan terjebak dalam situasi yang membuat kita memenjarakan diri kita dan membuat kita tak bisa apa-apa karnanya. Stuck disini adalah aku mencoba untuk tetap pada pilihan awal ku, mencoba menepati janji, dengan tetap menjalani hidup seperti biasanya, menjalani hari-hari yang seperti biasanya menerima yang ada, karna pada akhirnya semua akan kembali ke tempat yang seharusnya, semua akan menemukan jawabannya dan tetap melanjutkan hidupnya.

Terima kasih untuk mau kembali menulis disini, lanjutkan apa yang telah kamu mulai. Selesaikan apa yang telah kamu kerjakan, dan tepati apa yang telah kamu janjikan. a.r.n

Dari kota yang akan selalu istimewa, Jogja..

Komentar

Postingan Populer