Aku (harus) Kembali

Selama 1 tahun ini aku mencoba untuk menuliskan apa yang selama ini terjadi dalam kehidupan yang Dia berikan padaku, tapi selama 1 tahun itu pula aku belum mengerti tentang apa dan dari mana aku harus memulai untuk menulisnya. Bahkan dari tulisan-tulisan ku yang lalu aku masih terjebak dalam rasa sakit dan kenangan terhadap(nya), mungkin bukan rasa sakit yag seperti kalian pikirkan tapi seperti rasa menggantung yang sampai sekarang akupun belum mendapatkan jawaban dari(nya). Jujur memoriku terputus beberapa saat selama aku masih merasakan rasa itu, "how can you do this ?"  " mengapa kamu menghindar?" "kenapa gak kamu jelasin salahnya dimana ?" , dan juga pertanyaan-pertanyaan tadi yang masih menjadikan ku "penasaran". Ahhh penat rasanya sudah memikirkan tentang semua itu 2 tahun lamanya aku terpenjara dengan kenangan bersama(mu) yang membuat ku mengorbankan banyak hati, banyak perasaan.


Kamu membangunkan hati yang telah tertidur kemudian kamu tinggalkan hati itu sendiri dan kebingungan, semuanya jelas tersisrat dari sikaf mu. Kamu bilang kamu yang salah tapi kamu juga bilang bahwa akulah penyebab semuanya,  bahwa kamu membenci ku, tak mau melihat ku dan meminta ku untuk tidak pernah hadir lagi di hidup mu, meminta ku untuk menganggap kita tidak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya. Kamu bilang apakah itu akan menyakitkan mu, kamu sendiri yang menjawab "No" , kamu kenapa ? Cobalah jujur dan jawab pertanyaan ku 1 tahun yang lalu mungkin dengan begitu aku pun akan menyerah dengan mu, kali ini pun aku akhirnya melepaskan mu sama halnya dengankamu melepaskan ku 1 tahun yang lalu.

Aku berharap apa yang kamu katakan tentang jangan pernah muncul lagi dihadapan mu tidak berarti memutuskan tali silaturahmi, jika suatu saat nanti Dia mempertemukan kita pada saat yang kita tidak tahu, aku mohon jangan marah :) akupun tak mau mengecewakan mu dan membuat mu marah disisa hidup ku menggenal mu.

Diakhir post ini, penulis juga pengen ngasih sedikit kutipan hehe dari Pa Darwis Tere Liye :D
Beliau memang inspirasi untuk menulis,mudah-mudahan ada Darwis Tere Liye lain lagi yang lahir di dunia penulisan :)

Itulah, Nak,Jatuh cinta itu persis kau naik gunung, tiba2 terjerambab ke dalam jurang dalam, meluncurnya mudah, tapi susah payah merangkak naik kembali.Jatuh cinta itu persis seperti komputer atau HP kau tiba2 terkena virus, kena-nya gampang, tapi memperbaiki, servis datanya susah kali–bahkan tetap tidak bisa diperbaiki hingga kapan pun.Jatuh cinta itu sama dengan kau naik mobil cepat, kau gas kencang, jalan landai, tiba2 rem-nya blong. Mobil kau melaju tak terkira, susah payah menghentikannya. Bahkan harus menabrak sana-sini, kau patah hati.Maka, pahamilah resikonya.*Tere Liye

Selamat mengikuti postingan saya selanjutnya heheh, inshaa Allah istiqomah amiin :D
"Menulislah  seperti sesederhana melihat dan mendengar" A.Rijki Nugraha
 

Komentar

Postingan Populer