Ramadhan sampai Lebaran ( Satu )
“Islam dibangun di
atas lima (perkara, pondasi): Syahadat Lâ Ilâha Illallâh wa Anna
Muhammadan ‘Abduhu wa Rasûluhu, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji
ke Rumah Allah, dan berpuasa Ramadhan.” ( Hadist Al-Bukhâry dan Muslim)
“Hai orang2 yang
beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2
sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)
Happy
Ied Mubarok
Taqoballahu
Mina Wa Minkum
Yang
punya ini blog mau ngucpain Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H mumpung ini momentnya masih hangat
pasca lebaran kemarin. Mohon maaf juga telat hehe baru sempet pegang keyboard
hihi ( its just introducing ).
Bismillah,
Allah Huakbar walillah Ilham
Indah langit malam kala itu, menyaksikan aku, kamu, kalian ( kita semua ) berdiri
tegak menjalankan perintahNya, mengikuti Sunnah RasulNya. Berjalan beriringan…
ramai sekali rasanya orang berbondong – bondong
menuju bangunan indah bercahaya itu, tak peduli kecil, sedang atau besar
ukurannya tempat itu terbuka menunggu penghuninya untuk datang bersujud.
Indahnya langit malam itu pun menyaksikan kita bersama bersujud sebanyak 11 (
adapun yang 23 ) rakaat, tak masalah kiranya perbedaan itu ada di antara kita..
saat kita bisa menjadi lebih arif menyikapinya, perbedaan itu Rahmat bukan ?
Sujud
kita malam itu sebagai tanda kita memulai dan memasuki bulan penuh rahmat,
hidayah, dan ampunan itu. Sebagai pertanda juga bahwa kita mulai bersiap untuk
menahan diri selama 30 hari lamanya. Lalu menahan diri dari apa ? menahan dari ……
, …… , ….. , …… , ….. , dst. Loh ko titik-titik ? Sengaja saya ginikan,
sehingga pembaca bisa mengisi sendiri apa yang hati pemabaca tau tentang puasa
itu menahan apa ..selamat mengisi.
Suasana
malam itu tak seperti hari – hari biasanya kan ? hampir dari kita semua
merasakan yang sama ( mudah-mudahan saya keliru ), bangunan itu terasa ramai
rasanya, pemandangan yang mungkin jarang kita rasakan. Tapi bukannya itu bagus,
yang dulunya ayah berangkat sendiri sekarang bisa menggandeng anak istrinya
bersama, bahkan mungkin sampai kakek neneknya pun ikut berangkat bersama (
setidaknya itu yang pernah saya lihat sendiri ) how beautiful moments like that.
Di
sepertiga malamnya kemudian kita bangun, moment kehangatan ini lagi yang
mungkin jarang kita rasa lagi.. makan bersama sahur bareng, yah memang maybe its just simple moments tapi kalau
kita mau melihat hal yang kecil itu mungkin kita akan terus bersyukur karena
pernah melewati moment – moment seperti itu. Percakapan keluarga terjadi meski
hanya ucapan ringan ( salah satu berkah bukan ). Hari itu kita resmi memulai
petualangan di bulan Ramadhan, di mulai dengan ucapan ‘’bismillah, Nawaitu souma godhin an adaa i, fardhi syahri ramadhaana
haadzihis sanati lillahi taaalaa”.
Selamat
berpuasa bagi yang menjalankan, mudah – mudahan sang Maha Kaya membalas semua
amalan dan ibadah yang pembaca lakukan, mendapat ampunanNya dan kelak mendaptkan
kemenangan yang hakiki .. Amiin

Komentar