Mah Pah , Anak mu rindu ..
"Sungguh aku merindukan kalian disaat kebencian itu terus menghampiriku berulang kali, berulang kali juga aku mencoba merubah benci itu menjadi kasih sayang".
Assalmmualaikumm dua makhluk Allah yang luar biasa :)
...akuu berharap kalian mau untuk menjawab salam ku, aku merindukan hal sederhana itu "menjawab salam ku" :) . Semoga kalian tetap dan akan selalu sehat dan doa-doa ku sampai ke kalian, aku tak peduli orang bilang doa ku tak akan sampai ke kalian aku hanya ingin tetap menyayanggi kalian dengan apapun yang aku punya.
Mah, Pah. Rasanya sudah hampir 6 tahun lebih kita seperti ini, maaf aku tak bermaksud menyakiti hati kalian tapi hati ini sudah terlanjur hancur saat semua itu terjadi aku melihat kalian tapi aku seperti tak merasa kalian ada. Aku masih tetap anak kalian kan ? karena kalian akan selalu menjadi orang tua ku sampai akhir dunia ini itu pasti.
Aku tak membenci kalian, justru aku semakin sayang dan khawatir pada kalian, aku mungkin bukan anak terbaik dari sekian anak yang Allah titipkan pada kalian. Tapi akau berusaha untuk setidaknya pernah membahagiakan kalian disisa hidup kalian.
Pah, keputusan mu enam tahun yang lalu membuat semua hal yang terjadi sekarang ini dimulai. Aku yang masih belum paham apapun saat itu pun kecewa setengan mati rasanya, aku sadari salah ku tak mengingatkan mu akan Nya selama engkau masih satu jalan dengan ku, Pah. Papah ga marah kan dede bilang ini ?
"Engkau masih tetap sosok kuat, hebat, inspiratif,penyemangat, cambuk, keras, tegas bagi ku, tetap memberikan rasa nyaman saat dekat dengan mu. Aku menyanyangi mu sungguh"
Bu, tolong usap kepalaku agar aku tak menangis lagi saat mengingat semua ini. Bu, ibu sehat kan ? Ibu harus sehat yah tolong janji ibu pasti baik-baik. Bu, ibu merindukan Papah kan, rindu saudara-saudara ibu ?. Aku tau betapa dilemanya engakau saat harus memilih papah atau tetap pada pendirian mu, aku miris melihat mu berpura-pura bahagia mengikuti papah. Tak bisakah engkau pergi saja saat itu, biarkan nasib anak mu ini Dia yang mengatur tak apalah dia pergi sendiri dengan keputusannyasaat itu, tapi engkau..... adakah engaku menyesal sekarang ?
Saat susana rumah menjadi sering "panas" karena perselisihan kita, semakin sakit rasanya dada ini, sesak rasanya harus berselisih dengan orang yang menjadi motivasi ku untuk tetap hidup. Mah, Pah.... Saat perintah "pergi" terlontar dari mulut kalian saat itulah rasa sakit itu semakin dalam rasanya sampai akupun tak bisa menahannya, maaf aku mengiyahkan perintah pergi kalian. Bukan aku tak menyayangi kalian dengan pergi, aku hanay lelah dan tak mau ada perselisiahn lagi ribut lagi antara kita. Aku tak mau menggunakan nada tinggi ku pada kalian mah pah, aku menurut untuk pergi agar tak ada lagi yang harus menggunakan nada tingginya lagi, atau beradu argumen lagi.
Maaf aku masih selalu lari dari masalah, akupun tak berani untuk menghadapi kalian dan berbicara langsung seperti saat ini, maaf ya Allah aku masih sangat lemah.
Aku akan selalu rindu, dan akan tetap merindukan kalian seperti kalain yang selalu merindukan anaknya kembali, akupun merindukan kalian kembali. Membangun keluarga ini lagi, memperbaiki semuanya lagi tak masalah harus memulai lagi semuanya dari awal selama kita "sejalan" bukalah masalah bukan ?. Aku yakin Dia yang Maha Mendegar akan selalu mendengar pinta ku, walaupun kita tak sejalan akupun tak bermaksud untuk melawan kebenaran karna tetap menghormati kalianpun adalah sebuah kebenaran.Aku tak mau melihat orang yang pertama kali menperdengarkan suara adzan dan pintu surga ku terluka dan tersesat lebih jauh lagi.
Assalmmualaikumm dua makhluk Allah yang luar biasa :)
...akuu berharap kalian mau untuk menjawab salam ku, aku merindukan hal sederhana itu "menjawab salam ku" :) . Semoga kalian tetap dan akan selalu sehat dan doa-doa ku sampai ke kalian, aku tak peduli orang bilang doa ku tak akan sampai ke kalian aku hanya ingin tetap menyayanggi kalian dengan apapun yang aku punya.
Mah, Pah. Rasanya sudah hampir 6 tahun lebih kita seperti ini, maaf aku tak bermaksud menyakiti hati kalian tapi hati ini sudah terlanjur hancur saat semua itu terjadi aku melihat kalian tapi aku seperti tak merasa kalian ada. Aku masih tetap anak kalian kan ? karena kalian akan selalu menjadi orang tua ku sampai akhir dunia ini itu pasti.
Aku tak membenci kalian, justru aku semakin sayang dan khawatir pada kalian, aku mungkin bukan anak terbaik dari sekian anak yang Allah titipkan pada kalian. Tapi akau berusaha untuk setidaknya pernah membahagiakan kalian disisa hidup kalian.
Pah, keputusan mu enam tahun yang lalu membuat semua hal yang terjadi sekarang ini dimulai. Aku yang masih belum paham apapun saat itu pun kecewa setengan mati rasanya, aku sadari salah ku tak mengingatkan mu akan Nya selama engkau masih satu jalan dengan ku, Pah. Papah ga marah kan dede bilang ini ?
"Engkau masih tetap sosok kuat, hebat, inspiratif,penyemangat, cambuk, keras, tegas bagi ku, tetap memberikan rasa nyaman saat dekat dengan mu. Aku menyanyangi mu sungguh"
Bu, tolong usap kepalaku agar aku tak menangis lagi saat mengingat semua ini. Bu, ibu sehat kan ? Ibu harus sehat yah tolong janji ibu pasti baik-baik. Bu, ibu merindukan Papah kan, rindu saudara-saudara ibu ?. Aku tau betapa dilemanya engakau saat harus memilih papah atau tetap pada pendirian mu, aku miris melihat mu berpura-pura bahagia mengikuti papah. Tak bisakah engkau pergi saja saat itu, biarkan nasib anak mu ini Dia yang mengatur tak apalah dia pergi sendiri dengan keputusannyasaat itu, tapi engkau..... adakah engaku menyesal sekarang ?
Saat susana rumah menjadi sering "panas" karena perselisihan kita, semakin sakit rasanya dada ini, sesak rasanya harus berselisih dengan orang yang menjadi motivasi ku untuk tetap hidup. Mah, Pah.... Saat perintah "pergi" terlontar dari mulut kalian saat itulah rasa sakit itu semakin dalam rasanya sampai akupun tak bisa menahannya, maaf aku mengiyahkan perintah pergi kalian. Bukan aku tak menyayangi kalian dengan pergi, aku hanay lelah dan tak mau ada perselisiahn lagi ribut lagi antara kita. Aku tak mau menggunakan nada tinggi ku pada kalian mah pah, aku menurut untuk pergi agar tak ada lagi yang harus menggunakan nada tingginya lagi, atau beradu argumen lagi.
Maaf aku masih selalu lari dari masalah, akupun tak berani untuk menghadapi kalian dan berbicara langsung seperti saat ini, maaf ya Allah aku masih sangat lemah.
Aku akan selalu rindu, dan akan tetap merindukan kalian seperti kalain yang selalu merindukan anaknya kembali, akupun merindukan kalian kembali. Membangun keluarga ini lagi, memperbaiki semuanya lagi tak masalah harus memulai lagi semuanya dari awal selama kita "sejalan" bukalah masalah bukan ?. Aku yakin Dia yang Maha Mendegar akan selalu mendengar pinta ku, walaupun kita tak sejalan akupun tak bermaksud untuk melawan kebenaran karna tetap menghormati kalianpun adalah sebuah kebenaran.Aku tak mau melihat orang yang pertama kali menperdengarkan suara adzan dan pintu surga ku terluka dan tersesat lebih jauh lagi.
"Bu, engkau yang mengajarkan ku membaca untuk pertama kali, maka izinkanlah aku membacakan sebuah kisah tentang aku, engkau yang pertama kali mengajarkan ku caranya berdoa maka biarkan aku mendoakan mu dengan cara yang telah kau ajarkan, engakau pun yang pertama kali mengajariku berbicara maka izinkanlah aku mengucapkan aku mencintai kalian, selalu"
"Pah, terimakasih karna dulu engkau selalu mengejar ku untuk pergi mengaji, memarahi dan membentak ku untuk pergi mengaji. Terimakasih umtuk memukulku agar aku tak menjadi cenggeng, terimakasih karna telah mengajak ku pergi memamcing dan berbincang. Termaksih karna telah menjadi tegas dan keras pad ku, aku mencintai kalain, selalu".

Komentar
di tunggu cerita selanjutnya ya dit :D
doain hihi